18 Jul 2024
Sertifikat Laik Fungsi (SLF) adalah dokumen yang diterbitkan oleh pemerintah daerah sebagai bukti bahwa sebuah bangunan telah memenuhi persyaratan teknis yang berlaku, baik dari segi keselamatan, kesehatan, kenyamanan, maupun kemudahan. SLF sangat penting untuk memastikan bahwa bangunan dapat digunakan secara aman dan nyaman.
Dalam proses pengurusan SLF, bisa terasa rumit dan memakan waktu. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui alur prosesnya dengan jelas agar Anda dapat mempersiapkan diri dengan baik.
Persiapan Dokumen
Dokumen Administratif
Surat Permohonan SLF
Surat resmi yang diajukan oleh pemilik bangunan atau pihak yang diberi kuasa, ditujukan kepada dinas terkait.Identitas Pemohon
Fotokopi KTP atau identitas diri pemilik bangunan atau pihak yang mengajukan permohonan.Dokumen Kepemilikan Bangunan
Sertifikat tanah atau dokumen lain yang membuktikan kepemilikan atau hak atas bangunan.Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau sekarang disebut PBG
Salinan IMB/PBG sebagai bukti bahwa bangunan telah mendapatkan izin pembangunan.
b. Dokumen Teknis
Gambar As Built Drawing
Gambar teknis bangunan yang menunjukkan kondisi aktual di lapangan setelah konstruksi selesai.Laporan Uji Laik Fungsi
Laporan hasil uji teknis yang mencakup aspek struktural, mekanikal, elektrikal, serta sistem proteksi kebakaran.Sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Dokumen yang menunjukkan bahwa bangunan telah memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja.
2. Pengajuan Permohonan
a. Pendaftaran
Pemohon mengajukan permohonan SLF dengan melengkapi semua dokumen yang diperlukan dan menyerahkannya ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) atau dinas terkait di daerah setempat.
b. Verifikasi Administratif
Petugas dinas akan melakukan verifikasi administratif untuk memastikan bahwa semua dokumen yang diperlukan telah lengkap dan sesuai dengan ketentuan.
3. Peninjauan Lapangan
a. Penjadwalan Inspeksi
Setelah verifikasi dokumen, dinas terkait akan menjadwalkan peninjauan lapangan untuk memeriksa kondisi bangunan secara langsung.
b. Inspeksi Teknis
Tim inspeksi akan melakukan pemeriksaan teknis terhadap bangunan, mencakup aspek struktural, mekanikal, elektrikal, sistem proteksi kebakaran, sanitasi, dan aspek-aspek lain yang relevan.
Baca Juga : Apa itu konsultan SLF dan 4 Alasan Harus Menggunakan Jasanya
4. Evaluasi dan Rekomendasi
a. Penyusunan Laporan Inspeksi
Tim inspeksi akan menyusun laporan hasil inspeksi yang mencakup temuan-temuan di lapangan serta rekomendasi perbaikan jika ditemukan ketidaksesuaian.
b. Perbaikan (Jika Diperlukan)
Jika terdapat ketidaksesuaian atau kekurangan, pemohon harus melakukan perbaikan sesuai dengan rekomendasi tim inspeksi. Setelah perbaikan selesai, pemohon harus melaporkan kembali ke dinas terkait untuk dilakukan inspeksi ulang.
5. Penerbitan SLF
a. Penilaian Akhir
Setelah semua persyaratan teknis terpenuhi dan bangunan dinyatakan laik fungsi oleh tim inspeksi, dinas terkait akan melakukan penilaian akhir.
b. Penerbitan Sertifikat
Dinas terkait akan menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang menyatakan bahwa bangunan telah memenuhi semua persyaratan teknis dan siap digunakan.
6. Pengambilan atau Penolakan SLF
a. Pemberitahuan
Pemohon akan diberitahukan bahwa SLF telah diterbitkan dan siap diambil.
b. Pengambilan Sertifikat
Pemohon atau pihak yang diberi kuasa dapat mengambil SLF di kantor dinas terkait dengan membawa bukti identitas dan dokumen lain yang diperlukan.
c. Penolakan SLF
Jika rekomendasi tim pemeriksa adalah untuk menolak SLF, DPMPTSP akan menyampaikan surat penolakan kepada pemohon dengan alasan yang jelas.
d. Sanggahan
Pemohon dapat mengajukan sanggahan atas penolakan tersebut dalam waktu 14 hari kerja setelah menerima surat penolakan.
Beberapa catatan yang perlu diperhatikan adalah :
Alur proses SLF dapat berbeda-beda di setiap daerah. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan DPMPTSP di daerah Anda untuk mendapatkan informasi terbaru dan akurat.
Biaya pengurusan SLF bervariasi tergantung pada luas dan jenis bangunan.
Proses pengurusan SLF bisa memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung pada kompleksitas proyek dan kesiapan dokumen yang diperlukan.
Oleh karena itu, beberapa tips ini bisa anda lakukan agar pengurusan SLF lebih cepat dan mudah yaitu :
Ajukan permohonan SLF sesegera mungkin setelah bangunan selesai dibangun,
Siapkan semua dokumen yang diperlukan dengan lengkap dan akurat,
Pastikan bangunan telah memenuhi semua persyaratan teknis sebelum mengajukan permohonan SLF,
Gunakan jasa konsultan PBG yang profesional dan berpengalaman untuk membantu Anda dalam proses pengurusan SLF.
Untuk jasa konsultan SLF profesional, dapat anda percayakan pada PT Pelita Sarana Indotama. Anda tidak perlu khawatir dengan proses pengurusan SLF, tenaga ahli bersertifikasi kami siap membantu anda dalam menghandle prosesnya. Konsultasikan kebutuhan SLF anda di sini.